Sabtu, 01 September 2012

Diposting oleh Unknown di 05.52 0 komentar



PERAHU KERTAS

Sebuah dialog yang diungkapkan sahabat Kugy pada Keenan, ketika lelaki tersebut kembali ke Jakarta, dan mengurus bisnis Papa nya. Menjelang ending mampu membuat penonton terbahak karena cara pengucapan dialog tersebut.
Lebaran hari ketiga saya kembali bersilaturahmi ke bioskop. Kali ini film yang saya tonton adalah Perahu Kertas, sebuah film yang diadaptasi dari novel best seller mahakarya Dewi ‘Dee’ Lestari. Saya memang belum membaca novel ini, jadi tidak bisa membandingkan isi novel dengan film nya.
Penokohan
Kugy, tokoh paling utama dalam cerita ini. Gadis tomboy yang imajinatif karena hobi menulis dongeng, diperankan oleh Maudy Ayunda. Namanya bisa dibilang terkenal di dunia per-film-an. Kalau saya melihat, sosok Maudy sendiri juga tak jauh beda dengan Kugy. Remaja yang wajahnya sesuai dengan usianya, pembawaannya yang kalem, tidak kecentilan seperti layaknya ABG pendatang baru di sinetron remaja (ya, tidak semua J). Maudy sangat pas memerankan tokoh Kugy. Kalau saya lihat, dari model rambut dan gaya bicaranya, Maudy mirip dengan Endhita istri Onci Ungu. (Endhita pun pernah ikut bermain dalam film ‘Tanda Tanya’ yang juga diproduksi oleh Hanung).
Lawan main dari Kugy adalah Keenan, lelaki cool yang hobi melukis. Tokoh Keenan juga sangat pas diperankan oleh Adipati. Melihat sosok Keenan atau Adipati, saya jadi teringat dengan tokoh Rangga AADC. Bedanya, Keenan bukan lelaki introvert seperti Rangga. Untuk tokoh lain yaitu pacar Kugy, dua sahabat Keenan-Kugy, dan gadis Bali sepertinya mereka pendatang baru (atau saya memang belum pernah menonton mereka).
Sedangkan untuk tokoh pendukung lainnya, banyak juga yang sebelumnya bermain dalam filmnya Hanung seperti Ira Wibowo di ‘Get Married 1-2-3′, Papa Keenan di ‘Ayat-Ayat Cinta’ (kalau saya tidak salah), Murid Pak Wayan tokoh utama di ‘Pengejar Angin’, dan pastinya Reza Rahadian di ‘Perempuan Berkalung Sorban’.
Ketika Perahu Berlayar di Samudra Cinta
Kisah Kugy dimulai ketika Kugy memutuskan untuk kuliah sastra di Bandung. Ada satu adegan awal yang begitu keren bagi saya. Kugy menyampaikan perpisahan dengan meletakkan dua telunjuk di sisi kiri dan kanan pelipisnya (ciri khas Kugy) sambil tertawa-tawa. Sang pacar pun mengikuti gaya Kugy. Mereka mendekatkan wajah, biar kedua telunjuknya bisa menempel.Ya, tak ada pelukan erat dan banjir air mata yang mengiringi perpisahan mereka.
Kugy pun tiba di sebuah tempat kos. Saya tidak tahu apakah Kugy telah mengenal sahabat perempuannya itu sebelumnya, karena begitu tiba di tempat kos, mereka langsung akrab. Adegan selanjutnya, mereka: Kugy, sahabat perempuan dan pacar si sahabat, berangkat ke stasiun untuk menjemput Keenan. Sempat terjadi kekacauan untuk mencari Keenan di stasiun. Namun lagi-lagi Kugy melakukan aksi uniknya yaitu mengangkat telunjuk ke pelipis sambil berjalan ke setiap gerbong. Dua sahabat terbengong-bengong melihat aksi Kugy, namun langkah Kugy terhenti karena ada lelaki yang berdiri di depannya. Ya, sahabat pun akhirnya berhasil ‘menemukan’ Keenan.
Karena kos mereka berdekatan atau memang satu rumah kos, Keenan dan Kugy jadi langsung akrab. Keenan begitu kagum dengan ‘perahu kertas’ hasil karya Kugy, begitu juga dengan buku dongeng tulisan tangan Kugy. Keenan, lelaki cool dengan rambut agak gondrong. Lelaki model seperti ini tak mungkin menyukai dongeng kekanak-kanakan, namun Keenan ingin meminjam buku dongeng Kugy. Wortelina, Nyit Kunyit, Keenan membaca lembar demi lembar tulisan tangan Kugy.
Keenan yang pintar melukis, diam-diam menggambar tokoh wortelina, nyit kunyit, dan tokoh yang ada dalam dongeng Kugy. Layaknya pecinta berat dongeng, Keenan menjelaskan satu-persatu tokoh dongeng yang dia buat: wortelina, nyit kunyit, satu hal yang membuat Kugy begitu terharu.
Kugy yang begitu imajinatif meminta Keenan apakah bersedia menjadi ‘agen neptunus’. Dengan bangga, Keenan pun bersedia. Dia melakukan ucapan seperti yang diminta Kugy (dengan telunjuk ciri khas Kugy tentunya). Selesai, Kugy pun memberikan gantungan kunci inisial K pada Keenan.
Sikap Keenan memberi pelajaran sederhana akan sebuah cinta: bila mencintai seseorang, cintai dulu dunianya. Lantas bagaimana jika dunia orang yang kita cintai tidak baik, jangan paksakan diri untuk mencinta! Karena apa hak kita untuk merubah dunia seseorang!
Jatuh cinta tak lantas membuat Keenan dan Kugy berpacaran. Di suatu resto, Keenan melihat Kugy sedang dinner dengan pacarnya. Keenan langsung merasa bahwa dia mencintai perempuan yang salah. Di satu malam, ketika besoknya Keenan ulang-tahun, Kugy menyiapkan hadiah spesial untuk Keenan, menyatukan gambar Keenan dengan tulisannya dalam sebuah buku dngeng yang baru. Sayang, ketika ingin memberikan hadiah tersebut, dua sahabat Keenan malah mengenalkan seorang gadis bule, pemilik gallery lukisan, pada Keenan. Kugy begitu cemburu, dan mengurungkan niatnya untuk memberi hadiah pada Keenan.
Kugy berpikir, apa dia pantas cemburu pada gadis bule itu. Bukankah dia dan Keenan hanya berteman, sedangkan Kugy sendiri juga sudah punya pacar. Untuk menghilangkan kecemburuannya, Kugy memilih untuk menjauh dari mereka bertiga. Sedangkan Keenan jadi semakin dekat dengan si bule, mengingat gadis ini yang membantu Keenan menjual lukisannya.


Penasaran? Hmm Liat Filmnya aja yuk :)
 

Candy Candle♥ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos