Rabu, 20 Februari 2013

Orang Baru

Diposting oleh Unknown di 07.44 0 komentar




   

        Orang Baru @resaodelll

Seseorang telah mengisi hariku, orang baru yang mungkin akan bisa menjagaku. Aku merasa sangat beruntung telah mengenalnya. Senyumnya menyemangati hariku, tawa khasnya yang begitu membuatku terbawa dalam keriangannya. Kesatuan butiran-butiran  membentuk gumpalan cinta untuknya. menunjukan kecermelangan hati. Harus punya komparasi untuk dapat menentukan semerah apa hatiku.

Sosok yang begitu membuatku mengalihkan segala pandangan saat ada di dekatnya dan hanya terfokus pada satu titik dia adalah Pinokio. Tapi entah dia anggap aku itu siapa, apa dia akan terus menggangapku sebagai seorang adik atau lebih.
Untuk mencintai banyak lelaki dalam satu waktu sangat mudah tapi untuk mencintai satu lelaki dalam satu waktu bukanlah hal mudah. Aku tidak mudah mencintai seseorang, dan ketika aku yakin aku telah memilih hati, aku akan setia dengan hati itu.
Aku gak tahu akan seberapa pentingnya aku nanti bagi kamu, dengan mengenalmupun aku sudah merasa beruntung tapi apa keberuntunganku itu yang aku butuhkan untuk membawa kamu ke hadapanku. Hati ini seperti benda hidup yang mengkristal namun hati ini kembali hidup sejak aku mengenal kamu.
Kalau diibaratkan pada istilah biologi yaitu kormophyta yang sudah jelas akar batang dan baunnya. Mungkin seperti itu jugalah perasaanku, yang sudah jelas sisi, sudut dan letak nama kamu dihatiku.  

Mata

Diposting oleh Unknown di 07.09 0 komentar

                              MATA @resaodelll

Tanggal 13/02 kemarin, aku ke Bandung . aku berharap saat aku memijakkan kaki di kota itu akan ada seorang pria yang memanggil namaku dengan lembut dan aku harap orang itu adalah kamu Ricky.
Namun semua itu tak pernah semudah saat aku berhayal. Setelah tiga tahun apa kamu masih mengenalku? Apa setelah tiga tahun kamu pernah mengingatku?. Terpendam banyak tanya dalam tiap kata yang tertoreh. Ake memejamkan mataku, sejenak saat itu aku merasa ada kamu di dekatku tapi ketika aku kembali membuka mata itu hanya bayanganmu yang seolah nyata.
Bayangan nyata yang ternyata adalah maya, bayangan tegak yang ternyata terbalik. Semua kembali kepadaku, aku yang memutuskan bagaimana jadinya bayangan yang dibuat. Apa aku akan menaruh mataku di ruang I atau di ruang II atau di ruang yang lainnya.
Hatiku terlihat seperti pensil yang mengalami pembiasan. Tampaknya hatiku tegak, kaku namun setelah dibiaskan dalam air akan terlihat seperti patah. Itulah hatiku yang telah kau tinggalkan. Kalau ada bola lampu di sini, aku akan menggunakan semua mantra agar bola lampu itu bisa menunjukan dimana dirimu saat ini.
Penyihir bisa menganyukkan tongkat, agar  ia bisa mengabulkan apa yang ia ingin. Seorang peri bisa menggerakan tangannya untuk mengubah yang ia ingin ubah. Aku? Aku hanya bisa menggelengkan kepala saat itu orang lain menanyakan keberadaanmu.

 

Candy Candle♥ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos