Sabtu, 23 Februari 2013

Mungkin

Diposting oleh Unknown di 06.49 0 komentar
                                                             Mungkin @resaodelll

Apa aku terlalu agresif jika aku menyukai dia dan ingin selalu ada di dekatnya? Ada dua pilihan untuku maju tak gentar atau mundur dengan perlahan. tapi aku gak mungkin bisa mundur, aku sudah terjerat dalam ikatan ini. terjerat dengan perasaan yang aku buat sendiri. bukan permainan tapi perasaan yang tulus yang aku rasa.
Setiap langkah yang aku ambil sepertinya tidak akan membuatku menjauh malah ketika aku mencoba berpaling kamu semakin mendekat dan aku sungguh tak mampu untuk menghindarinya karena dalam hatiku, aku gak mau berada jauh dari bayanganmu.
Hei tunggu apa sih yang aku katakan? kenapa aku malah berkata seolah hubungan yang aku harapkan gak mungkin terjadi. Ingat! gak ada yang gak mungkin, mingkin kok dia jadi pasangan aku, mungkin juga dia jadi pasangan temanku, atau mungkin dia jadi pasangan Musuhku. Oke ngawur. tapi gak ada yang gak mungkinkan? kembali serius.
Ada keinginan untuk mengungkapkan perasaan ini, tapi entah darimana aku harus memulainya. Ketika berada tepat di hadapanmu, aku ingin sekali mengatakan " I Love You Pinokio " tapi ada perasaan malu dan takut. Malu karena aku adalah perempuan. Takut jika kamu tidak menyukaiku dan akan menjauh.
Tapi walaupun nantinya kamu, Pinokio. tidak menjadi milikku. tak apa, aku akan senantiasa selalu mendoakan kebahagiaanmu meski kebahagiaan itu tidak berasal dariku.
Jadi intinya aku bertahan untuk mununggumu datang sambil mengucapkan hal yang sangat indah, yang seakan bisa membawaku melintasi samudra hingga aku dapat melihat indahnya gelombang.

Rabu, 20 Februari 2013

Orang Baru

Diposting oleh Unknown di 07.44 0 komentar




   

        Orang Baru @resaodelll

Seseorang telah mengisi hariku, orang baru yang mungkin akan bisa menjagaku. Aku merasa sangat beruntung telah mengenalnya. Senyumnya menyemangati hariku, tawa khasnya yang begitu membuatku terbawa dalam keriangannya. Kesatuan butiran-butiran  membentuk gumpalan cinta untuknya. menunjukan kecermelangan hati. Harus punya komparasi untuk dapat menentukan semerah apa hatiku.

Sosok yang begitu membuatku mengalihkan segala pandangan saat ada di dekatnya dan hanya terfokus pada satu titik dia adalah Pinokio. Tapi entah dia anggap aku itu siapa, apa dia akan terus menggangapku sebagai seorang adik atau lebih.
Untuk mencintai banyak lelaki dalam satu waktu sangat mudah tapi untuk mencintai satu lelaki dalam satu waktu bukanlah hal mudah. Aku tidak mudah mencintai seseorang, dan ketika aku yakin aku telah memilih hati, aku akan setia dengan hati itu.
Aku gak tahu akan seberapa pentingnya aku nanti bagi kamu, dengan mengenalmupun aku sudah merasa beruntung tapi apa keberuntunganku itu yang aku butuhkan untuk membawa kamu ke hadapanku. Hati ini seperti benda hidup yang mengkristal namun hati ini kembali hidup sejak aku mengenal kamu.
Kalau diibaratkan pada istilah biologi yaitu kormophyta yang sudah jelas akar batang dan baunnya. Mungkin seperti itu jugalah perasaanku, yang sudah jelas sisi, sudut dan letak nama kamu dihatiku.  

Mata

Diposting oleh Unknown di 07.09 0 komentar

                              MATA @resaodelll

Tanggal 13/02 kemarin, aku ke Bandung . aku berharap saat aku memijakkan kaki di kota itu akan ada seorang pria yang memanggil namaku dengan lembut dan aku harap orang itu adalah kamu Ricky.
Namun semua itu tak pernah semudah saat aku berhayal. Setelah tiga tahun apa kamu masih mengenalku? Apa setelah tiga tahun kamu pernah mengingatku?. Terpendam banyak tanya dalam tiap kata yang tertoreh. Ake memejamkan mataku, sejenak saat itu aku merasa ada kamu di dekatku tapi ketika aku kembali membuka mata itu hanya bayanganmu yang seolah nyata.
Bayangan nyata yang ternyata adalah maya, bayangan tegak yang ternyata terbalik. Semua kembali kepadaku, aku yang memutuskan bagaimana jadinya bayangan yang dibuat. Apa aku akan menaruh mataku di ruang I atau di ruang II atau di ruang yang lainnya.
Hatiku terlihat seperti pensil yang mengalami pembiasan. Tampaknya hatiku tegak, kaku namun setelah dibiaskan dalam air akan terlihat seperti patah. Itulah hatiku yang telah kau tinggalkan. Kalau ada bola lampu di sini, aku akan menggunakan semua mantra agar bola lampu itu bisa menunjukan dimana dirimu saat ini.
Penyihir bisa menganyukkan tongkat, agar  ia bisa mengabulkan apa yang ia ingin. Seorang peri bisa menggerakan tangannya untuk mengubah yang ia ingin ubah. Aku? Aku hanya bisa menggelengkan kepala saat itu orang lain menanyakan keberadaanmu.

Selasa, 05 Februari 2013

Percaya kamu akan Kembali

Diposting oleh Unknown di 07.58 0 komentar
 @resaodelll
       
        Percaya akan kembali

Bagiku kehilangan seseorang yang sangat berarti bukanlah hal yang baru. aku tahu setiap hal memiliki masa tapi apa hubungan hati juga memiliki masa? untuk menunggu dan melupakan suatu keadaan yang sangat berarti bukan hal mudah. semua ingatan akan masa lalu masih tergurat.
awalnya aku biasa menanggapi kepergianmu karena kamu pernah meninggalkan aku. kepergian pertamamu begitu menusuk tapi aku percaya kamu kembali, dan ternyata benar berbulan bulan kemudian kamu kembali. namun untuk kepergianmu yang kedua kalinya kenapa sosokmu yang begitu terang tidak kunjung datang. Aku tidak akan menyerah, aku percaya dan selalu percaya kamu akan kembali.
Believe, believe and believe ! aku yakin kamu gak akan benar-benar meninggalkan aku walau sudah tiga tahun lamanya. ini hatiku, ini perasaan dan aku meyakini apa yang aku percayai. Ricky Apriansyah Devan Pratama, sejauh jauhnya kamu dari aku dan berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk kembali.tenang aja aku masih disini, aku gak akan beranjak untuk melupakan kamu bahkan terlintas di pikiran untuk melakukan hal itupun tidak pernah.
Banya hal yang aku pelajari darimu, tentang keikhlasan ketika kamu menjauh, tentang kesabaran ketika aku harus menunggu dan juga tentang kesetiaan saat aku terus menjaga satu sisi dihatiku untuk kamu. jadi cepatlah kembali sebelum waktuku nanti.

 

Candy Candle♥ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos